| Bisnis Ambar Turatminah Menembus Pasar Mancanegara |
Telur asin bagi mereka yang menyukainya tetapi mengidap penyakit-penyakit tertentu, bak buah simalakama. Tapi, Ambar memberikan solusinya dengan “menciptakan” telur asin yang sehat. Telur asin yang bagaimanakah itu?
Malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih. Begitulah kurang lebih gambaran perjalanan bisnis Ambar Turatminah. Dikatakan begitu, sebab Ambar, begitu perempuan ini akrab disapa, yang memulai usaha ternak dan penjualan (burung) puyuh dan telurnya sejak tahun 2000, harus menghadapi kenyataan bisnisnya hancur berantakan ketika flu burung menghantamnya. Ia tidak mampu bangkit, karena terhalang oleh Peraturan Daerah tentang bebas unggas di daerah pemukiman.
Dua tahun kemudian, perempuan yang membangun usahanya di kediamannya yang berlokasi di Cilincing, Jakarta Utara (Jakut), ini beralih usaha dengan berjualan telur itik/bebek yang dimulainya dengan 50 butir. “Sudah ngider ke mana-mana, tapi tidak laku juga. Modalnya Rp50 ribu, yang kembali cuma Rp10 ribu,” kisahnya. Imbasnya, 20 karyawannya pun mengundurkan diri.
Menghadapi kondisi ini, Ambar tidak patah arang sama sekali. Pada tahun 2004 dan dengan modal Rp1 juta, ia beralih ke penjualan telur asin. Tapi, bukan sekadar telur asin melainkan telur asin rasa udang. “Dari seorang teman yang mengikuti pelatihan di Jepang, saya memperoleh informasi bahwa kepala udang mengandung banyak manfaat bagi tubuh manusia. Padahal, di Indonesia, tepatnya di Muara Angke, Jakut, kepala-kepala udang itu diabaikan dan hanya menjadi limbah,” tuturnya.
Lalu, ia mengambil limbah kepala udang tersebut. Dan, uniknya, ia justru memperoleh bayaran dari pabrik-pabrik yang menghasilkan limbah kepala udang itu. Lantas, limbah itu ia jadikan makanan bebek-bebek peliharaannya. Hasilnya, bila semula bagian tengah dari telur bebek itu berwarna kuning, selanjutnya berubah menjadi kuning kemerahan. Rasanya pun lebih enak dan gurih, serta tidak terlalu asin.
Kemudian, sarjana D-2 jurusan matematika Pendidikan Guru Sekolah Lanjutan Pertama (PGSLP) Purworejo, ini “memeriksakan” telur tersebut ke laboratorium kesehatan masyarakat Institut Pertanian Bogor. Hasilnya, ternyata, telur tersebut mengandung protein, kalsium, dan betakarotine lebih tinggi daripada telur asin biasa. Selain itu, juga mengandung omega-3, fosfor, zat besi, dan vitamin. “Imbasnya, dalam pemasarannya, terjadi booming,” katanya.
Namun, ia belum puas dan ingin lebih maju lagi. Ia ingin “menciptakan” suatu produk yang lain daripada produk sejenis yang sudah ada. Kebetulan, ia memiliki kebun herbal. Dan, terbersit dalam pikirannya untuk membuat telur asin rasa udang herbal. Tahun 2006, ide itu diwujudkannya.
Naluri bisnisnya benar. Dari satu pameran ke pameran berikutnya, telur asin rasa udang herbalnya mendapat sambutan yang baik dari masyarakat. Bahkan, Direktorat Jendral Hak Kekayaan Intelektual mengganjar hasil karyanya dengan penghargaan sebagai produk kreatif inovatif. Imbasnya, Carrefour, jaringan supermarket internasional yang berkantor pusat di Prancis, tertarik dan secara teratur memesan telur ini.
“Berdasarkan uji lab, diketahui bahwa telur asin rasa udang herbal memiliki kandungan kalori, protein, dan betakarotine lebih tinggi ketimbang telur asin rasa udang, serta terdapat kandungan DHA dan Omega-3. Selain itu kandungan lemaknya cuma 5 (kandungan lemak pada telur asin rasa udang 14, red.),” ungkapnya. Imbasnya, anggota masyarakat yang tidak bisa mengonsumsi telur asin lantaran menderita tekanan darah tinggi atau kolesterol tinggi, menjadi bisa mengonsumsi telur asin rasa udang herbal ini.
Hasil yang menggembirakan pada inovasi produk ini juga membuat para karyawan yang baru bergabung merasa senang. Ke-20 karyawan yang tergabung dalam usaha yang dinamai Candi Jaya ini bersyukur, karena pada akhirnya produk mereka laku dan imbasnya gaji mereka pun naik. Semangat kerja mereka pun menggebu-gebu. “Bahkan, mereka berharap suatu saat nanti bisa terus menjalankan usaha ini, meski tanpa kehadiran saya,” ujarnya.
Namun, tidak berarti usaha ini berjalan semulus jalan tol. Ketersediaan bahan baku yang menjadi masalahnya. Sehingga, tidak semua permintaan dapat dipenuhi. Sekadar informasi, kapasitas produksi telur-telur yang berlabel Ambar Jaya ini maksimal 40 ribu butir, sementara kapasitas permintaan sebanyak 30−45 ribu butir per bulan. Di luar itu, Ambar dan timnya masih harus memenuhi permintaan dari Korea dan Brunei setiap tiga bulan sekali sebanyak 3.000 butir, serta dari Malaysia sebanyak 2.000 butir.
“Bahkan, kami belum mampu memenuhi permintaan dari Arab Saudi, mengingat masa kadaluarsa produk ini hanya seminggu (dalam suhu ruang, red.). Sedangkan untuk ke Arab Saudi, setidaknya harus mampu bertahan selama sebulan. Untuk itu, saya menjalin kerja sama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional. Hasilnya, mereka berhasil membuat telur asin saya bertahan hingga sebulan. Tapi, saya belum puas. Saya sedang mencoba lagi agar bisa bertahan sampai tiga bulan, tanpa mengurangi rasa meski bagian tengahnya berubah pucat,” jelas Ambar, yang membuka outlet di UKM Center, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Di samping itu, Carrefour memberikan standar bobot telur asin yang dipasok seberat 66 gr, sedangkan yang tersedia di pasar hanya seberat 55 gr−60 gr. Untungnya, Ambar memiliki pemasok yang mampu mengatasi hal ini. “Untuk Carrefour, kami memang harus bekerja keras untuk memenuhinya, mengingat pemasok kami untuk hal ini hanya satu. Sementara untuk yang kami jual ke umum atau untuk memenuhi pesanan, kami gunakan bobot yang ada di pasar,” ungkap Ambar, yang menjual telur asin rasa udang herbalnya dengan harga Rp3.500,-/butir.
Sementara masalah pasokan bahan baku, Ambar melanjutkan, nantinya akan diatasi dengan merekrut para remaja untuk menjalankan usaha peternakan bebek yang khusus menghasilkan telur. “Seorang investor telah menyediakan lahan di Bogor. Untuk modalnya, saya sudah mendapat tawaran dari Kementerian Koperasi dan UKM. Dan, untuk bimbingannya, saya akan menjalin kerja sama dengan Suku Dinas Peternakan Jakarta Utara,” pungkasnya, optimis.
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Artikel Motivasi Bisnis /
Cerita Motivasi /
Kumpulan Kisah Inspirasi
dengan judul Artikel Inspirasi Motivasi Bisnis Ambar Turatminah Menembus Pasar Mancanegara dengan Telur Asin Rendah Kolesterol. Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL https://ceritamotivasi21.blogspot.com/2013/10/artikel-inspirasi-motivasi-bisnis-ambar.html. Terima kasih!
Ditulis oleh:
Unknown - Rabu, 16 Oktober 2013
Belum ada komentar untuk "Artikel Inspirasi Motivasi Bisnis Ambar Turatminah Menembus Pasar Mancanegara dengan Telur Asin Rendah Kolesterol"
Posting Komentar